Jumat, 11 Juli 2014


Ceritaku hari ini, Pada Proses pembuatan SIM di Jepara,

Oke guys, kali ini saya akan menulis tentang pengalaman pembuatan SIM di Jepara
Berikut ini cara pembuatan sim tanpa lewat Calo, semoga bermanfaat
1. PERMOHONAN SIM BARU :
A.      SIM C : Stopmap warna Biru
B.      SIM -A/umum : Stopmap warna kuning
C.      SIM-B/umum : Stopmap warna merah
2. Lampiran
                a. Fc KTP Rangkap : 6 lembar
                b. Pemeriksaan kesehatan (RIKKES) dari dokter
                c. Pas foto berwarna ukuran 3 x 4 2 lembar
                d. Sertifikat mengemudi dari LPK (bagi yang sudah belajar  mengemudi di LPK)
3. Mengikuti Ujian
                a. Ujian teori sistem avis untuk semua golongan SIM (di kantor SIM)
                b. Ujian Praktek 1 (di halaman polres Jepara)
                c. Ujian praktek 2 (Di Jalan umum)
                d. Bagi permohonan SIM A, B, dan umum ujian praktek 1 dan 2 dijalan pahlawan (halaman                 makam pahlawan
                e. Bagi yang tidak lulus ujian bisa mengikuti Ujian ulang
4. Setelah semua ujian dinyatakan lulus, pemohon membayar PNPB di loket BRI/ATM BRI (SLIP/tanda bukti pembayaran dilampirkan)
5. Mengisi formulir permohonan SIM
6. Mendaftar di loket pendaftaran SIM
7. Melaksanakan foto sim di ruang foto kantor SIM

Oke guys, itu dia tata cara pembuatan SIM, secara benar, namun,,, saya garis bawahi, tidak semudah itu, apalagi ujian praktek di dalam polres Jepara, nah langsung saja keceritaku hari ini yaa
 Pukul 09.00 saya bersama ayah saya menuju polres Jepara, sampai di sana sekitar jam 10.00 dikarenakan ban motor yang kami kendarai sedikit bermasalah di jalan, sebelum masuk gerbang utama, saya sempat kaget ternyata di lingkungan kepolisian yang notabenenya aparat keamanan dan penegak hukumbanyak sekali praktek calo calo, “wihh... berasa di terminal terboyo saja”, banyak sekali entah itu bapak bapak atau ibuk ibuk yang menawarkan jasa pembuatan SIM, dengan mudah dn cepat, karena memang pada kenyataannya membuat SIM apalagi ujian prakteknya itu susahnya minta ampun, pasti teman teman tahu sendiri lah,,, kita harus mengendari sepeda motor dengan jalan zig zag dan jalanan yang memutar 180 derajat tanpa boleh nyandarin kaki,, karena menurut pengalaman teman,, yaitu adeknya mas Kamal (yang sempat saya introgasi gitu pas di polresnya) itu memang susah sekali, adeknya tuh sudah ikut ujian 3 kali tetapi ga lulus lulus juga, alhasil dia ikut deh pembuatan sim lewat jalan belakang atau calo2 gitu,, ahaha, #gubrak deh
Oke, dan akhirnya saya pun tertarik degan membuat sim lewat jalur belakang,, penasaran juga, seperi apa prakteknya,,, dan kesempatan juga buat nanya nanya kepada mister calonya, apa si sebenernya yang terjadi dan buat apa uang yang dibayarkan mahal banget, sementara berdasarkan UU No... pembuatan sim C kan Cuma sebesar 100 ribu rupiah,
Dan akhirnya saya sepakat untuk menggunakan jasa pembuatan sim, sebut saja calo itu bernama pak A, pertama, saya di ajak ke sebuah fotocopian gitu, langsung saya di sodori stopmaph warna biru, suruh ngeluarin fotocopy KTP 6 lembar, kemudian bapak itu minta uang 100 ribu, untuk tes kesehatan dan lain lain bilangnya,, aaawh,, dalam hati "aku bener bener ga ikhlas nih, untuk tes kesehatan saja butuh 100 ribu, padahal tes kesehatan cukup dengan membayar 15 ribu, bahkan kalau di puskesmas gratis," "OMG,,, aku merasa diperas”, okelah, saya kasih bapaknya, dan tak lama kemudian Pak A datang dan membawa selembar kertas surat kesehatan yang menerangkan diriku,,, “bulsit banget nih, apa apaan, ga pernah ikut tes kesehatan dapat surat yang seperti ini” ini dokternya kok mau maunya membuat keterangan seperti ini, pikirku, tapi aku tetap diam saja bagaikan orang bodoh, dan akupun diajak kesuatu LPK (semacam lembaga Kursus gitu) LPK.nya bernama “ JENGG**A COURSE” ya.. kalau di jepara lembaga ini termasuk terkenal, untuk pelatihan gitu, dan akupun membayar 215 ribu untuk proses pembuatan Sertifikat,, aaah.. tidak, ini pemalsuan lagi pikirku, untuk mendapatkan sertifikat itu, saya harus mengikuti 2 ujian, yaitu ujian praktek dan ujian teori, pertama saya mengikuti ujian praktek dengan area yang seperti di kantor polisi, bilangnya si ga boleh sandaran, tetapi saya ya ga bisa, mana mungkin cewek suruh melewati lintasan seperti itu, dan ga boleh sandaran kaki,,, oke.. tes pertama sudah terlewati meskipun sebenarnya gagal, tapi diberhasilkan karena saya sudah bayar tadi, oke, kemudian saya pindah tempat dan mengikuti ujian teori, nah ini lebih parah lagi, saya suruh ngerjain soal dan soalnya pun ga ada, kemudian setelah saya mengisi biodata lengkap dibagian pojok atas, saya tanya sama Pak A, soalnya mana pak, kok saya dikasih selembar kertas doang, “kemudian, Pak A menyelutuk “udah, ga usah, kemudian bapaknya menarik kertas saya dan di isi sesuka dia, biasa disebut silang indah, tanpa merhatiin soal., “OMG.... nih bener bener tidakan ilegalitas dan kampret bener nih, hal semacam ini dibiari begitu saja tanpa ada pemberontakan dan pergerakan dari kalangan mahasiswa setempat ataupun apa, singkat cerita sertifikat saya langsung jadi dan saya pun sempet ngobrol ngobrol sama bapaknya, oke, mulai menjalankan aksi, seperti ini dialognya




Me: “Pak, kok dilingkungan kepo*****n gitu banyak sekali calo calo, apa ga ditegur dari pihak kepo*****n?”
Pak A: “Wah mba, ya engga, saya kan sudah kerjasama sama mereka, jadi ya gak apa apa.. kan kita sama sama enak, mbak dapat sim secara cepat, saya pun dapat komisi, ya meskipun komisinya engga seberapa”
Me : “enak darimana pak, saya merasa dirugikan orang sim hargany 100 ribu, eh bayarnya  4 kali lipat, haha” pikirku dalam hati,
 lalu, akupun bertanya lagi sama bapaknya, “ Tapi kenapa pembuatan sim disini mahal banget pak, tidak seperti di kota kota lainnya, sebut saja j***a, k***i dan sekitarnya, yang Cuma bayar setengah dari harga disini, untuk pembuatan sim lewat pintu belakang (calo)
Pak A : “Naah, itu dia mba, kalau di j***a kan banyak orang pintar banyak mahasiswa, kemungkinan pihak p****inya ga berani, nentuin harga yang segitu gedenya. Beda kalau disini tempatnya saja ujung pantai gini, orang pintar pun ga peduli, hhe”  bapak itu sembari tertawa kecil
Me: #GUBRAK ####%%%,.,.,,.,. “pikirku
         berarti kan itu termasuk penyimpangan pak
Pak A: ya emang bisa, nah dari pihak kepol****n kan yang ditakuti mahasiswa yang idealis idealis gitu,  takutnya mereka melaporkan adat pembuatan sim seperti itu, makanya buat antisipasi mereka selalu mengambil kwitansi yang dari LPK ini, lihat saja, pasti nanti kwitansi mba, diminta, itu sebenarnya untuk antisipasi jika ada pihak yang ingin mengkasuskan,
Me: “berarti dari pihak lembaga kursus, aparat kepo*****n, dan bapak sendiri saling bekerjasama ya, padahal sesuai aturan UU no pasal ini pembuatan sim C kan pajaknya Cuma 100 ribu doang,, lantas dikemanain uangnya itu, apa pihak lembaga kursus doang yang dapat keuntungannya? “
Pak A: “tidak mba, semua dapat, mulai dari bawahan sampai atasan, ini sudah jadi rahasia umum kok mba, kalau orang seperti saya ini ya ga bisa ngapa ngapain, kalau mba mungkin bisa menyelidiki perkara ini, karena seorang mahasiswa kan netral, tidak seperti saya yang sudah terikat sama kerjaan saya”
Me : “kam to the pret... “ pikirku, “iya pak, saya tertarik dengan ini” kan kasihan yang tidak punya cukup uang untuk membuat sim, karena harganya yang mahal (yaaa, meskipun ga semahal motor jaman sekarang, whehe)
Pak A: okee, nanti kalau ada apa apa saya bersedia membantu, ini nomor saya kalau ingin melakukan pergerakan atau pengen tahu lebih lanjut,
Me: &&&&7##3##!!!!!
Pak A : “tapi mba kan juga di untungkan, proses pembuatan SIM jadi mudah dan tidak memakan waktu, ya... kecuali kalau mba, itu saudara atau tetangganya ada yang dinas di “kepo*****n, pasti langsung ditandatangani dan dinyatakan lulus
Me: “ooh, gitu ya pak” (semakin merasa ga paham)
Setelah sertifikat jadi langsung cap cus menuju Kepo*****n, disana saya mengikuti ujian lagi yaitu teori dan praktek, unuk teorinya sangat mudah, karena pada proses penjawaban, kami (pembuat sim lewat calo) dibantu menjawab, “ya bisa dapat 100 kalau seperti ini” pikirku, saya juga sempet merekam ketika ujian tulis tersebut, saya lulus ujian tulis, kemudian saya mengikuti ujian praktek (tapi untuk saya ditiadakan) berhubung waktu sudah mepet, ah, ga kaget lagi kalau seperti ini, dan saya ingat perkataan pak A tadi ternyata benar, kwitansi saya di minta, dari sekian puluh orang hanya kwitansi saya yang tidak saya kumpulkan, kemudian namaku di panggil dan kwitansiku ditanyakan, “aah, bener pernyaataan bapak tadi”, kemudia saya menyelutuk, “emang buat apa pak, kwitansi dibutuhkan, emang mau diapakan kwitansi tersebut”, lalu dari pihak kepolisian bilang “pokoknya butuh mba, ini temannnya pada dikumpulin semua” sambil agak gugup gitu jawabnya, dan sayapun menambahkan “tapi, saya juga butuh kwitansi tersebut pak,” akhirnya saya eyel eyelan sama *olisi tersebut, dan sepakatnya saya di fotocopi.in kwitansinya, lalu bapaknya tanya, emang kwitansi mau buat apa mba, saya bilang saja ini kwitansi untuk bukti ke orang tua, kalau saya emg mengeluarkan uang segitu,,

Kamis, 10 Juli 2014



PERTELAAN
Axonopus compressus
Famili : Poaceae














Disusun oleh :

Briskha Lejar Novitria
13/346933/BI/8997
I A
Meika Novarya Larasati



LABORATORIUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

PRAKATA

            Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmatNya maka Tugas  Pertelaan ini dapat diselesaikan. Tugas pertelaan ini disusun sebagai tugs akhir praktikum dan syarat utama dalam kegiatan responsi pada praktikum dan syarat utama dalam kegiatan responsi pada praktikum Struktur dan Perkembangan Tumbuhan tahun 2014 ini. Tugas pertelaan ini berisi tentang struktur morfologi dari tumbuhan Axonopus compressus berupa akar, batang, daun, bunga, buah dan biji dari tanaman tersebut, serta bagaimana habitat, manfaat, perkembangbiakan dan cara hidup serta informasi lainnya
            Pertelaan mengenai Axonopus compressus ini dibuat berdasarkan teori dan informasi yang didapatkan dari sumber pustaka mulai dari buku hingga web
            Dengan selesainya pertelaan ini, saya selaku praktikan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dosen, asisten praktikum, petugas laboratorium dan semua pihak yang telah membimbing saya dalam menyusun pertelaan ini.
            Kesalahan dan kekurangan mungkin masih ditemui dalam pertelaan ini, oleh karena itu kritik dan saran selalu diharapkan untuk lebih baik kedepannya.


Yogyakarta, Juni 2014
Praktikan,



                                                                                                Briskha Lejar Novitria
       NIM13/346933/BI/08997












DAFTAR ISI


Halaman Sampul                                                                                                         1
Prakata                                                                                                                                    2
Daftar Isi                                                                                                                     3
Daftar Gambar                                                                                                            3

BAB I Klasifikasi                                                                                                       4
BAB II Deskripsi Jasad                                                                                              6
A.  Perawakan                                                                                                              6
B.  Akar (Radix)                                                                                                          7
C.  Batang (Caulis)                                                                                                      7
D.  Daun (Folium)                                                                                                        8
E.   Bunga (Flos)                                                                                                           8
F.   Buah (Fructus)                                                                                                       9
G.  Biji (Semen)                                                                                                           9
BAB III Informasi Tambahan                                                                                                9
A.  Asal usul                                                                                                                 10
B.  Agihan wilayah                                                                                                      10
C.  Perbanyakan                                                                                                           10
D.  Perbanyakan (Reproduksi)                                                                                     10
E.   Manfaat                                                                                                                  10
F.   Ekologi                                                                                                                   11
G.  Gambaran atau ilustrasi                                                                                          11

Daftar Pustaka                                                                                                                        12
Lampiran                                                                                                                     12

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Batang                                                                                                       15
Gambar 2. Spesies yang menutupi lahan                                                                    15
Gambar 3. Spesies yang diukur secara kuantitatif                                                      16
Gambar 4. Daun yang menjalar                                                                                  16
Gambar 5. Akar cabang                                                                                              17
Gambar 6. Akar cabang                                                                                              17
Gambar 7. Daun                                                                                                          18
Gambar 8. Sub digitate                                                                                               18
Gambar 9. Pertumbuhan inflorescent                                                                         18


I. KLASIFIKASI
Sistem klasifikasi untuk Axonopus compressus adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Spermatophyta
Subdivisio       : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Ordo                : Poales
Family             : Poaceae
 Genus             : Axonopus
Spesies           : Axonopus compressus (Swartz) Beauv         
                                                                                                            (Manidool, 1992)
                       
II. NAMA LOKAL
1.      Nama lain di berbagai Negara
Indonesia: Rumput pahit, papahitan, juku pahit
Thailand : ya baimaln, ya malaysia
Hindia : Sabana Rumput
Peru : nudilo,
Venezuela : barbacoa,
Suriname : bes-chaitgras,
Kuba : Canamazo,
Portugis : Alfombra, grama ancha, grama bahiana, grama brasilera, grama trenza,
Malaisya : Sapi rumput, rumput parit
Inggris: American carpet grass, blanket grass, broadleaf carpet grass, carpet grass, Dorrington grass, flat jointgrass, lawn grass, Louisiana grass, savannah grass, tropical carpet grass, wide-leaved carpet grass
Fijian : kambutu ni vavalangi
Perancis : buffalo américain, herbe de la Louisiane, herbe gazon
Jepang: tsurume-hishiba                (Manidool C, 1992)
2.      Sinonim
Agrostis compressa, Anastropus compressus, Anastropus Platicaulis, Anastropus Platycaulmis, Axonopus amplifolius, Axonopus compressus australis, Axonopus compressus brevipedunculatus, Axonopus compressus itirapinensis, Paspalum compressum (Sw.) Nees, Paspalum platycaule Poir                               (Manidool C, 1992)
III. DESKRIPSI JASAD

1.      Perawakan
Pada umumnya tumbuh tidak terlalu tinggi, Rumput ini bersifat menahun, membentuk jerami di tanah. Rumput ini sering terdapat pada padang rumput yang tetap. Rumput menahun, membentuk bahan jerami di tanah dengan batang yang memiliki sudut antar ruas, batangnya berdaun 1-2, tunasnya menjalar dan bercabang, seringkali berwarna ungu, tingginya mencapai 0,2-0,5 m. Helaian daunnya berbentuk lanset, memiliki tepian kasar, yang berukuran 2,5-37 kali atau 0,6-1,6 cm. Pangkal daunnya berlekuk dan ujungnya lancip dengan permukaan yang bergelombang. Memiliki bulir pada satu sisi, panjangnya mencapai 3-11 cm. Anak bulir berselang seling kiri dan kanan, menempel pada porosnya, bentuknya memanjang, ukurannya 2,5 mm. Jumlah benang sarinya 3, tangkai putiknya 3, ukuran kepala putiknya besar, muncul kesamping, warnanya putih.
Jukut pait berkembangbiak dengan cepat melalui biji atau dengan batang memanjat. Biji-bijinya mudah sekali menempel pada benda yang menyentuhnya, terutama dalam keadaan basah.
Menurut penelitan yang dilakukan dilapangan yaitu, sistem perakaran serabut. Batangnya berwarna hijau keunguan, tinggi 30cm-40cm, ruas 4cm-5cm, permukaan berbulu tipis, menjalar, bentuk bulat berongga. Bangun daun lanset, ujung runcing, pangkal berlekuk, tepi kasar, daging seperti kertas, warna hijau keunguan, permukaan berbulu. Bunga bulir, terdapat sekam, benang sari 3, putik 2, termasuk bunga lengkap. Selain berperan sebagai bahan pakan ternak Axonopus compressus juga berpotensi sangat kuat dan kuat sebagai antibiotik. (Steenis, 1947)



2. Akar          
                        Akar jukut pahit (Axonopus compressus (Swartz) Beauv.) merupakan sistem perakaran tunggang. Akar jukut pahit memiliki panyak percabangan. Akar jukut pahit memliki warna coklat keputih-putihan. Akar jukut pahit tidak lagi memiliki rambut-rambut halus. Akar jukut pahit keluar dari pangkal batang yang tegak dan kadang terbaring. bagian-bagian akarnya terdiri dari leher akar, batang akar, cabang akar. Akara bermetamorfosis membentuk Solon yang terdapat didalam tanah, stolon memanjang dengan ruas pendek luas dan tumpul dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop). Berwarna kecoklatan.) . Fungsi akar secara garis besar adalah untuk memperkuat berdirinya tubuh tumbuhan, menyerap air dan unsur hara tumbuhan dari dalam tanah, mengangkut air dan unsur hara ke bagian tumbuhan yang memerlukan, dan kadang kala sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.  (Gledhill, 1966)                                       

2.     Batang
Batang jukut pahit (Axonopus compressus (Swartz) Beauv.) tidak berongga, bentuknya tertekan ke arah lateral sehingga agak pipih, tidak berbulu, tumbuh tegak berumpun, sering membentuk geragih yang pada setiap ruasnya dapat membentuk akar dan tunas baru, di lapangan sering tumbuh rapat membentuk “sheet”. Memiliki batang. dengan batang yang menerik sehingga menyebabkan terbentuk sudut antar ruas, batang memiliki daun yang jumlahnya 1-2, dan tunas yang menjalar yang bercabang, terkadang berwarna coklat sampai keungu-unguan, tinggi batang 0,2-0,5 m. Batang massif, tertekan sisi, beralur dalam pada sebuah sisi. batang tegak, , padat, lateral memipih (Gledhill, 1966)





3.      Daun
Daun jukut pahit (Axonopus compressus (Swartz) Beauv.) berbangun daun lanset, pada bagian pangkal meluas dan lengkung, ujungnya agak tumpul, permukaan sebelah atas ditumbuhi bulu-bulu halus yang tersebar sedang sebelah bawah tidak berbulu, ukuran panjangnya 2,5-37,5 cm dan ukuran lebar 6-16 mm. Pelepah daun pipih sekali menjadi satu dengan batanag, dengan punggung berlunas, pada pangkal dengan rambut putih dalam karangan. Lidah sangat pendek. Helaian daun lanset, dengan tepi kasar, 2,5-37 kali 0,6-1,6 cm, Daunnya lebar & pendek, kehijauan & terasa lembut, rooting tegas & tertinggal horizontal & spritting pada setiap akhir. selubung daun sangat pipih, berbulu halus sepanjang margin luar, halus lain, node puber padat; ligule sangat pendek, dibatasi dengan rambut pendek; lanset blade, datar, panjang 4 sampai 15 cm, 2,5-15 mm lebar, dengan basis luas bulat dan puncak tumpul, sering dibatasi dengan rambut. selubung daun sangat pipih, berbulu halus sepanjang margin luar, halus lain , node puber padat; ligule sangat pendek, dibatasi dengan rambut pendek,pisau lanset, datar, panjang 4 sampai 15 cm, 2,5-15 mm lebar, dengan basis luas bulat dan puncak tumpul, sering dibatasi dengan rambut,
Daunnya 9-12 mm lebar dan membentuk tikar padat di atas permukaan tanah, jarang mencapai ketinggian lebih dari 15 cm (Gledhill, 1966)

4. Bunga
Bunga jukut pahit (Axonopus compressus (Swartz) Beauv.) terdiri dari dua sampai tiga tangkai yang ramping semuanya tergabung secara simpodial muncul dari upih daun paling atas berkembang secara berturut-turut, tangkai perbungaan tidak berbulu, pada bagian ujung (apex) terbentuk dua cabang bunga atau bulir (spica) yang berhadapan berbentuk huruf V.
            Perbungaan digitate atau subdigitate, dengan cabang spicate. Tandan 2-5, 3-10 cm panjang. Sumbu perbungaan Central panjang 0-2 cm. Spikelets. Spikelets sessile. Spikelets Fertile 2-berbunga, tandus floret rendah pada bunga betina (Jarang laki-laki), yang terdiri dari 1 kuntum steril basal, terdiri dari 1 floret subur (s), tanpa ekstensi rachilla, lanset, bagian punggung dikompres dengan panjang berkisar 2-2,8 mm, terdiri  atas gluma lanset atau jorong atau lonjong atau bulat telur, 2,1-2,8 mm panjang, membran, tanpa keels, 4-5-nerved. (Gledhill, 1966)
5. Buah
Buah jukut pahit (Axonopus compressus (Swartz) Beauv.) tersusun dalam dua baris yang berselang-seling pada kedua sisi sumbu yang rata. Buah jukut pahit tidak saling tumpang tindih. Buah jukut pahit berwarna hijau muda. Buah jukut pahit berukuran kecil. Buah jukut pahit memiliki ukuran yang kecil. Buahnya trigonous , biconvex atau  biconcave, yaitu buah berbentuk persegi tiga, cembung atau cekung. lembut, bergelombang atau berigi (Gledhill, 1966)
6. Biji
Biji jukut pahit (Axonopus compressus (Swartz) Beauv.) berbentuk sangat kecil. Biji jukut pahit berada di dalam buahnya. Biji jukut pahit tidak memiliki rambut-rambut halus atau bulu-bulu halus diseluruh permukaan bijinya. Biji jukut pahit memiliki warna putih atau memiliki warna putih kehijau-hijauan. (Gledhill, 1966)










IV. INFORMASI TAMBAHAN

1.      Asal Usul
Berasal daerah tropis dan subtropis Amerika Utara, tetapi sekarang tersebar luas di seluruh daerah tropis di dunia. Di padang rumput tropis, hujan tropis dan subtropis hutan, hutan sclerophyll basah tropis dan subtropis, hutan Brigalow, dan hutan sub-tropis lembab dan subtropis. Axonopus compressus adalah spesies yang kecil tetapi membuat halaman menjadi penuh dengan rumput,. (Bogdan, 1977)
2.      Wilayah agihan geografi
sekarang tersebar luas di seluruh daerah tropis di dunia. Di padang rumput tropis, hujan tropis dan subtropis hutan, hutan sclerophyll basah tropis dan subtropis, hutan Brigalow, dan hutan sub-tropis lembab dan subtropis. (Bogdan, 1977)
3.      Kemampuan Berdispersi
Menyebar lebih cepat dengan stolons dan rimpang bawah kondisi yang menguntungkan daripada A. affinis. Axonopus compressus juga menyebar dengan biji, tetapi tidak menghasilkan kelimpahan seperti benih pada A. affinis.(Bogdan, 1977)
4.      Perbanyakan (Reproduksi)
Axonopus compressus termasuk sebagai daylengths, berbunga banyak dari musim tanam di sebagian besar lingkungan. Tanaman dapat berkembang biak dengan biji atau dengan bagian-bagian vegetatif.(Bogdan, 1977)
5.      Manfaat (nilai penting) bagi masyarakat
Digunakan sebagai padang rumput permanen , penutup tanah dan rumput dalam kondisi lembab, tanah dengan kesuburan rendah, terutama dalam situasi berbayang. Hal ini umumnya menjadi berguna dalam sistem cut-and-carry atau untuk pakan ternak konservasi . (Bogdan, 1977)

6.      Ekologi

Persyaratan tanah

Disesuaikan dengan baik, baik untuk tanah yang berpasir atau berpasir lempung tanah, tetapi juga untuk tanah liat cahaya dan gambut, berkembang di tanah yang terlalu subur untuk Paspalum dilatatum . Terbaik di tanah asam dengan pH (5.0-) 5,5-6 (-7), klorosis besi di atas pH 7. Toleransi rendah salinitas (<4 dS / m).

Embun

Sebagian besar ditemukan di daerah dengan curah hujan tahunan dari (800 -) 1,000-4,000 (-5000) mm. Hal ini tidak terlalu kekeringan toleran,Axonopus compressus lebih memilih tanah lembab, tidak menahan banjir berkepanjangan atau kondisi permanen berawa.

Suhu

Terjadi dari permukaan laut sampai 3.000 m dpl , dan dari dekat khatulistiwa ke 27 (-32) º lintang, yang mewakili berbagai signifikan dalam rata-rata tahunan suhu dari (13,5-) 19-27 ° C. Meskipun ditemukan di daerah subtropis dan tropis dataran tinggi, tampaknya menjadi yang terbaik disesuaikan dengan daerah tropis dataran rendah. Atasan yang dibakar oleh embun beku, tetapi tanaman pulih dengan timbulnya hangat, kondisi lembab - kurang frost toleran dari A. fissifolius .

Cahaya

Tumbuh baik di tempat teduh, sering membentuk tikar tebal di bawah padat pohon kanopi.Hal ini dianggap sebagai penutup tanah yang berharga di bawah perkebunan kelapa sawit dan karet.

Pembentukan

Benih komersial seringkali tidak tersedia, jadi A. compressus biasanya diperbanyak secara vegetatif. Ketika benih tersedia, itu disiarkan ke, atau dangkal ditaburkan ke, biji-tidur disiapkan untuk memberikan kesempatan terbaik untuk pembentukan. Setelah bergulir membantu menjaga kelembaban tanah dan memastikan hubungan dekat antara tanah dan benih. Pilihan tingkat menabur tergantung pada kualitas persemaian dan tingkat penutup tanah yang dibutuhkan. Dengan persemaian yang baik di mana tingkat penutup tidak menjadi masalah, 2-3 kg / ha benih memadai, sementara dengan persemaian yang kurang dipersiapkan dengan baik atau di mana penutup cepat adalah penting, 6-12 kg / ha mungkin diperlukan.

Kompatibilitas (dengan spesies lain)

Seperti penurunan tingkat nitrogen tanah dan di bawah biasa defoliasi , A. compressusberhasil dapat menyerang padang rumput didasarkan pada lebih kesuburan menuntut spesies seperti Paspalum dilatatum , Cynodon dactylon , dan Setaria sphacelata , terutama jika tingkat naungan meningkat.

Hama dan penyakit

Hal ini tidak tunduk pada penyakit utama atau hama serangga, meskipun diserang olehrumput webworm (Herpetogramma licarsisalis, Lepidoptera, Pyralidae), biasanya saat cuaca hujan, dan tuan rumah alternatif untuk Rhizoctonia solani dan tungro padiwaikavirus bola.

Potensi gulma

Axonopus compressus dapat menjadi gulma bermasalah di daerah tropis basah.







7.      Gambaran atau Ilustrasi populasi









       V.  DAFTAR PUSTAKA

·         Barnard, C. (1969) Herbage Plant Species. Australian Herbage Plant Registration       Authority; Canberra, CSIRO Australia, Division of Plant Industries.
·         Bogdan, A.V. (1977) Tropical Pasture and Fodder Plants. pp. 45-47. (Longman Inc., New York).
·         Evans, D.O., Joy, R.J. and Chia, C.L. (1988) Cover Crops for orchards in Hawaii. Hawaii Institute of Tropical Agriculture and Human Resources, University of Hawaii at Manoa, Honolulu, Hawaii, USA. p. 14.

https://florafaunaweb.nparks.gov.sg/Special-Pages/plant-detail.aspx?id=1712

Diakses tanggal 6 Juni 2014
·         Gledhill, D. (1966) Cytotaxonomic revision of the Axonopus compressus Sw. Beauv. complex.  Boletim da Sociedade Broteriana, 40 (2nd Ser.), 125-147.
·         Manidool, C. (1992) Axonopus compressus (Sw.) P. Beauv. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 53-54. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).

https://florafaunaweb.nparks.gov.sg/Special-Pages/plant-detail.aspx?id=1712

diakses tanggal 6 Juni 2014

·         Steenis, Van, 1951, Flora Voor De Scholen in Indonesie, Noordhoff-Kolff, Djakarta







                  LAMPIRAN
Gambar 1.
Batang Axonopus compressus

 Gambar 2. Axonopus compressus yang menutupi lahan
   

Gambar 3. Axonopus compressus yang sedang diteliti



 Gambar 4. Daun Axonopus compressus
   

Gambar 5. Axonopus compressus (broad-leaved carpet grass) growing in a garden and showing the prostrate (creeping) habit of this species.

Gambar 6. Another close-up showing the adventitious roots of this species.

Gambar 7. Close-up of broad-leaved carpet grass demonstrating the broad leaves and short hairs at the nodes of the stem.


Gambar 8. Sub-digitate inflorescence of broad-leaved carpet grass emerging from a leaf sheath.


Gambar 9. Seedling of broad-leaved carpet grass.